Make your own free website on Tripod.com

SUMATERA UTARA

Destination        Culture         Attraction       Activities         About
 
Suku Jawa
 
Jumlah populasi
2004: kurang lebih 90 juta.
Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan
Indonesia:
bullet Jawa Tengah: 33 juta
bullet Yogyakarta: 3 juta
bullet Jawa Timur: 30 juta
bullet Jawa Barat: 5,5 juta
bullet Banten: > 500.000
bullet Jakarta: 3 juta (perkiraan)
bullet Lampung: 4,5 juta
bullet Sumatra Selatan: 1,9 juta
bullet Riau: 1,2 juta
bullet Kalimantan Timur: 0,7 juta
bullet Jambi: 0,7 juta
bullet Aceh: 0,6 juta
bullet Kalimantan Selatan: 0,4 juta
bullet Bengkulu: 0,3 juta
bullet Kalimantan Tengah: 0,3 juta
bullet Papua: 0,3 juta

Malaysia: 1 - 2 juta
Suriname: 75.000.
Kaledonia Baru: 5.000.
 

Bahasa
bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa Melayu, bahasa Madura, bahasa Belanda, bahasa Perancis dan lain-lain.
Agama
Kejawen, Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha.
Kelompok etnis terdekat
suku Sunda, suku Madura, suku Bali.

Suku bangsa Jawa, adalah suku bangsa terbesar di Indonesia. Jumlahnya mungkin ada sekitar 90 juta. Mereka berasal dari pulau Jawa dan terutama ditemukan di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tetapi di provinsi Jawa Barat, Banten dan tentu saja Jakarta mereka banyak diketemukan.

Daftar isi

bullet 1 Bahasa
bullet 2 Kepercayaan
bullet 3 Profesi
bullet 4 Stratifikasi Sosial
bullet 5 Seni
bullet 6 Stereotipe orang Jawa

 

  Bahasa

Suku bangsa Jawa sebagian besar menggunakan bahasa Jawa dalam bertutur sehari-hari. Dalam sebuah polling yang diadakan majalah Tempo pada awal dasawarsa 1990-an, kurang lebih hanya 12% orang Jawa yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai sehari-hari, sekitar 18% menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia secara campur dan selebihnya terutama bahasa Jawa.

Garis keturunan dalam masyarakat Jawa diturunkan lewat ayah dan ibu

bahas jawa merupakan bahasa yang sangat sopan dan menghargai orang yang di ajak bicara khususnya bagi orang yang lebih tua dan bahasa jawa juga sangat mempunyai arti yang luas.

 

  Kepercayaan

Orang Jawa sebagian besar secara nominal menganut agama Islam. Tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katholik juga banyak. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Penganut agama Buddha dan Hindu juga ditemukan pula di antara masyarakat Jawa. Ada pula agama kepercayaan suku Jawa yang disebut sebagai agama Kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa sehingga kepercayaan seseorang kadangkala menjadi kabur.

 

  Profesi

Di Indonesia, orang Jawa bisa ditemukan dalam segala bidang. Terutama bidang Administrasi Negara dan Militer banyak didominasi orang Jawa. Meski banyak pengusaha Indonesia yang sukses berasal dari suku Jawa, orang Jawa tidak menonjol dalam bidang Bisnis dan Industri, banyak diantara suku jawa bekerja sebagai buruh kasar dan tenaga kerja indonesia seperti pembantu, dan buruh di hutan-hutan di luar negeri yang mencapai hampir 6 juta orang.dari hampir 90 juta suku jawa yang ada di indonesia, berdasarkan perbandingan, minsalkan dengan orang batak yang jumlahnya kurang dari 10 juta orang ,rasio menunjukan bahwa orang batak lebih bayak berperan dalam bidang Administrasi Negara, hukum. begitu pula dengan suku minangkabau, di jaman kemerdekaan, jumlah orang minang kurang lebih berkisar antara 5 juta sampai 6 juta tahun 1930-1955. tetapi peran mereka dalam perjuangan kemerdekaan melebihi jumlah orang jawa yang seharusya secara jumlah bisa memberikan kontribusi jauh lebih besar. hal ini bisa dilihat dari tokoh-tokoh seperti muhamad hatta, haji agus salim, buya hamka, tan malaka, sutan syahrir, dan lainya

 

  Stratifikasi Sosial

Masyarakat Jawa juga terkenal akan pembagian golongan-golongan sosialnya. Pakar antropologi Amerika yang ternama, Clifford Geertz, pada tahun 1960an membagi masyarakat Jawa menjadi tiga kelompok: kaum santri, abangan dan priyayi. Menurutnya kaum santri adalah penganut agama Islam yang taat, kaum abangan adalah penganut Islam secara nominal atau penganut Kejawen, sedangkan kaum Priyayi adalah kaum bangsawan. Tetapi dewasa ini pendapat Geertz banyak ditentang karena ia mencampur golongan sosial dengan golongan kepercayaan. Kategorisasi sosial ini juga sulit diterapkan dalam menggolongkan orang-orang luar, misalkan orang Indonesia lainnya dan suku bangsa non-pribumi seperti orang keturunan Arab, Tionghoa dan India.

 

  Seni

Orang Jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha, yaitu pementasan wayang. Repertoar cerita wayang atau lakon sebagian besar berdasarkan wiracarita Ramayana dan Mahabharata. Tetapi pengaruh Islam dan Dunia Barat ada pula.

 

  Stereotipe orang Jawa

Orang Jawa terkenal sebagai sukubangsa yang sopan dan halus. Tetapi mereka juga terkenal sebagai sukubangsa yang tertutup dan tidak mau terus terang. Sifat ini konon berdasarkan watak orang Jawa yang ingin menjaga harmoni atau keserasian dan menghindari konflik, karena itulah mereka cenderung untuk diam dan tidak membantah apabila terjadi perbedaan pendapat. Orang suku Jawa juga mempunyai kecenderungan untuk membeda-bedakan masyarakat berdasarkan asal-usul dan kasta/golongan sosial. Sifat seperti ini dikatakan merupakan sifat feodalisme yang merupakan ajaran budaya Hindu dan Jawa Kuno yang sudah diyakini secara turun-temurun oleh masyarakat Jawa, setelah masuknya Islam pada akhirnya ada perubahan dalam pandangan tersebut.

 

Home     |         Destination     |         Culture     |        Attraction     |        Activities     |        About